Halaman

Selamat Datang Di Jienda

Berbagi dan Berdiskui.

Senin, 09 Mei 2011

Tugas 3 : Protokol & Standard Interface

1. Berikan Deskripsi Perbandingan Fungsi Layer Antara Protokol Standart OSI vs TCP/IP

1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer

2. 3 Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application.

3. Layer Network pada OSI Layer direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.

4. Layer Network Access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan kata lain, Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical.

5. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”


6.Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

7.TCP/IP (Transmision Control Protocol / Internet Protocol) merupakan sekumpulan layer yang di desain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada sebuah jaringan komputer. TCP/IP tersusun dari 4 layer yang masing-masing nya bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari proses komunikasi data, sehingga masing-masing layer memiliki tugas yang berbeda satu sama lainya, dimana suatu layer tidak perlu mengetahi kerja dari layer yang lain selama masih dapat melakukan proses masing-masing.


2. Sebutkan & Jelaskan Jenis Jenis Protokol yang bekerja di Aplication Layer pada Protokol TCP/IP

Pada sisi paling atas dari arsitektur protokol TCP/IP adalah Application Layer. Layer ini termasuk seluruh proses yang menggunakan transport layer untuk mengirimkan data. Banyak sekali application protocol yang digunakan saat ini. Beberapa diantaranya adalah :

-TELNET, yaitu Network Terminal Protocol, yang menyediakan remote login dalam jaringan.

-FTP, File Transfer Protocol, digunakan untuk file transfer.

-SMTP, Simple Mail Transfer Protocol, dugunakan untuk mengirimkan electronic mail.

-DNS, Domain Name Service, untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu.

-RIP, Routing Information Protocol, protokol routing.

-OSPF, Open Shortest Path First, protokol routing.

-NFS, Network File System, untuk sharing file terhadap berbagai host dalam jaringan.

-HTTP, Hyper Text Transfer Protokol, protokol untuk web browsing.



3. Sebutkan Jenis Standarisasi yang dikeluarkan Oleh badan standarisasi dibawah ini

a. Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), Minimal 5
IEEE 802.3 — Ethernet, akses LAN.
IEEE 802.11 — WiFi, akses wireless LAN.
IEEE 802.16 — WiMAX,akses wireless MAN.

b. ANSI (American National Standards Institute )
adalah sebuah kelompok yang mendefinisikan standar Amerika Serikat untuk industri pemrosesan informasi. ANSI berpartisipasi dalam mendefinisikan standar protokol jaringan dan merepresentasikan Amerika Serikat dalam hubungannya dengan badan-badan penentu standar International lain, misalnya ISO , Ansi adalah organisasi sukarela yang terdiri atas anggota dari sektor usaha, pemerintah, dan lain-lain yang mengkoordinasikan aktivitas yang berhubungan dengan standar, dan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam organisasi
standar nasional. SQL adalah standar ANSI (American National Standards Institute) bahasa pemrograman untuk mengakses dan memanipulasi database. Statemen SQL digunakan untuk menerima, mengubah dan menghapus data. SQL bekerja dengan berbagai sistem database antara lain MS Access, DB2, Informix, MS SQL Server, Oracle, Sybase, dll. Sesuai kegunaan dan perkembangannya, SQL memiliki beberapa versi, tetapi agar tidak terjadi kekeliruan dibuat standar oleh ANSI, mereka harus memiliki keywords utama yang dipakai secara umum yaitu (SELECT, UPDATE, DELETE, INSERT, WHERE, dan sebagainya). ANSI C adalah standar bahasa C pertama.


c. TIA (Telecomunication Industry Asociation)
Asosiasi Industri Telekomunikasi (TIA) adalah suatu organisasi terpisah yang diakui oleh ANSI dan bekerjasama dengan Asosiasi Industri Elektronika (EIA). Organisasi standard TIA menciptakan standard yang meliputi radio private mobile (biasa yang digunakan oleh pihak keamanan baik tentara maupun polisi), menara antenna, satelit, premsis cabling (copper maupun fiber), system komunikasi mobile, moble multimedia multicast,
healthcare dan lainnya. TIA menspesifikasikan Subnetwork Dependent Converge Protocol (SDNPC) untuk paket-paket servis (GPRS-136).TIA dikenal terbaik untuk mengembangkan standard pemasangan kabel
menggunakan disain dan instalasi sistem pemasangan kabel yang ter-koordinasi. Sehingga mampu untuk mendukung suatu cakupan aplikasi yang luas dan memenuhi kebutuhan kecepatan yang tinggi pada masa kini dan
mendatang. Contoh standart dari TIA/EIA : Standard TIA 568A-B.


d. EIA ( Electronic Industry Alliance)
Organisasi yang anggotanya adalah pabrik pabrik elektronika di USA.Pada bidang telekomunikasi, EIA mendirikan Technical Committee TR-30(1962) untuk pengembangan standard-standard interface perangkat
tambahan dari data terminal equipment (DTE) sepertiport computer dan data communications equipment (DCE), seperti modem. Organisasi yang membuat standard serta menyuplai komponen perangkat elektronik, maupun
mekanik, konektor, kabel, komponen array dan assembly, serta material dan perangkat pendukung.

e. ITU (International Telecomunication Union)
Merupakan perwakilan khusus PBB yang bermarkas di JenewaSwiss. ITU bertugas untuk mengembangkan standard komunikas idata, dalam bentuk Recommendation. Dalam komunikasi data, Recommendation yang
dikeluarkan ITU diklasifikasisebagai:
• Series I : rekomnedasiuntuktransmisiISDN
• Series Q : rekomendasisistemsignaling danswitching ISDN
• Series V: rekomendasi yang mencakup fasilitas dan sistem transmisi melalui PSTN dan sirkit
telepon sewa, interface DTE-DCE dan operasi modem
• Series X: rekomendasiuntukjaringankomunikasidata
Terdapat 2 macam standard ITU,diantaranya :
ITU-T (International Telecommunications Union Telecommunication Sector) : merupakan badan standard untuk telpon
,telegraph dan komunikasi data

Kamis, 14 April 2011

TUGAS 2 ( Media Transmisi )

 

1. Rancang Desain

Drawing1

2 .Medium Transmisi

Medium transmisi digunakan untuk mengirimkan informasi, baik voice maupun data dari pengirim ke penerima atau dari TX ke RX. Pada dasarnya medium transmisi dibagi menjadi dua, yaitu wireline dan wireless, dimana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini adalah standart karakteristik dari beberapa medium transmisi :

clip_image002

Standart karakteristik media wireline

clip_image002[4]

Standart karakteristik media wireless

clip_image002[10]

Alasan penggunaan wifi

Wi-Fi adalah teknologi dengan sinyal radio yang memancarkan koneksi Internet hingga radius tertentu. Jika peranti mungil ini ditempelkan pada modem dengan koneksi berpita lebar, semua komputer dan perangkat yang memiliki penerima akses Wi-Fi di sekitarnya bakal kecipratan akses Internet.

 

3. Menghitung badwidth jaringan

Ada dua langkah dasar dalam menghitung bandwidth:

  1. Menentukan jumlah bandwidth jaringan yang sudah ada.
  2. Menentukan penggunaan rata-rata aplikasi tertentu.

Kedua langkah ini harus dinyatakan dalam Bps. Jika jaringan Anda dalah GbE (Gigabyte Ethernet), berarti tersedia 125,000,000 Bps. Ini dihitung dengan mengambil 1000 Mbps (untuk jaringan Gigabit); yang setara dengan 1 milyar (1,000,000,000) bps dan membaginya dengan 8 untuk mendapatkan byte.

(1,000,000,000 bps / 8 = 125,000,000 Bps)

Setelah memastikan besar bandwidth jaringan, Anda perlu menentukan berapa banyak bandwidth yang digunakan aplikasi. Gunakan network analyzer untuk mendeteksi angka Bps dari aplikasi yang dikirim melintasi jaringan. Untuk itu, Anda perlu mengaktifkan kolom Cumulative Bytes pada network analyzer. Seteleh itu Anda harus:

  1. Menangkap traffic dari dan ke workstation pengujian yang menjalankan aplikasi.
  2. Pada jendela rangkuman decode, tandailah paket-paket pada awal transfer file.
  3. Telusuri catatan waktunya setiap satu detik lalu lihat field byte kumulatif.

Jika Anda menetapkan aplikasi Anda mentransfer data pada 200,000 Bps, maka Anda sudah memiliki informasi untuk menghitung: 125,000,000 / 200,000 = 625. Dalam kasus ini, jaringan sudah memadai dan tidak masalah jika ada 100 user konkuren (terkoneksi terus-menerus). Tapi lihat apa yang terjadi jika Anda hanya punya jaringan sebesar 100 mbps. Maka jaringan Anda ini tidak bisa mendukung lebih dari kira-kira 60 user yang menjalankan aplikasi secara konkuren. Jadi, bandwidth sangat penting artinya!

Artikel ini saduran bebas dari “Calculating bandwidth on customer networks” pada SearchNetworkingChannel.com.

Kamis, 07 April 2011

Contoh Online Communication System

1. Sistem Waktu Nyata-Realtime System

Menurut definisi Kamus komputer Oxford :
Setiap sistem yang waktu terjadinya output sangat signifikan. Jarak antara waktu input terhadap waktu terjadinya output harus sangat kecil terhadap waktu yang diperbolehkan.

Menurut Cooling pada buku Software Design for Real Time Systems (1991):

Sistem Waktu Nyata adalah sistem yang harus memprodukis respon yang tepat dalam suatu batasan waktu yang tentu. Komputer yang responnya melebihi batasan waktu ini akan memberikan performansi yang terdegradasi atau malfunction

Sebuah sistem waktu nyata membaca input dari plant dan mengirim sinyal kontrol ke plant pada waktu-waktu yang ditentukan oleh pertimbangan operasional dari plant bukan oleh sistem komputer

Menurut Bennet:

Sebuah program yang ketepatan operasinya tergantung pada hasil logika komputasi dan waktu suatu hasil diproduksi

Klasifikasi Sistem Waktu Nyata

Suatu ciri sistem waktu nyata adalah komputer yang terhubung dengan lingkungan melalui peralatan interfacing yang banyak dan komputer menerima dan mengirim bervariasi sinyal.

Contoh Sistem Waktu Nyata:

•Proses pengambilan uang pada ATM

•Proses login atau pendaftaran online

•Proses pengenalan sidik jari pada absensi

•Proses perekaman suara

•Sistem pendeteksian dan alarm

•Sistem pengiriman data transmisi (TV, Telepon)

•Proses isi ulang pulsa

Sistem Waktu Nyata diklasifikasikan menjadi :

•Clock-based Task (Cyclic, periodic)

•Event-based Task (aperiodic)

•Interactive Systems

Clock-based Task

Sistem Waktu Nyata yang diukur berdasarkan konstanta waktu yaitu waktu yang diambil dari respon suatu plant terhadap perubahan input atau beban.
Konstanta waktu bisa diukur dalam satuan jam untuk proses kimia atau detik untuk sistem penerbangan.
Semakin kecil konstanta waktu maka sampling rate semakin kecil

Sinkronisasi diperoleh dengan menambahkan clock pada sistem komputer yang dikenal dengan real-time clock. Sinyal clock ini digunakan untuk menginterrupt operasi komputer pada waktu-waktu yang telah ditetapkan (Clock-interrupt)

Event-Based Task

Sistem yang beraksi karena respon terhadap suatu kejadian (event). Contoh menutup katup pada saat permukaan air sudah mengenai batas penuh.
Digunakan interrupt untuk memberitahukan komputer aksi yang diperlukan atau bisa juga mempergunakan pooling (komputer menanyakan (polls) pada sensor apakah perlu dilakukan aksi)

Interactive Systems

Sistem waktu nyata yang terjadi karena adanya suatu kejadian dan waktu rata-rata dari respon kejadian ini tidak boleh melebihi waktu yang ditetapkan. Jadi merupakan gabungan antara clock-based dan event-based hanya bedanya waktu respon setiap kejadian tidak selalu sama.
Misal pengambilan uang di ATM.

Batasan Waktu (Time Constraints)

Sistem Waktu Nyata dapat dibedakan berdasarkan Batasan waktu:

•Hard Real-Time
Sistem Waktu Nyata yang harus memenuhi target waktu pada setiap kesempatan
Contoh : Pengontrolan Temperatur blower

•Soft Real-Time
Sistem Waktu Nyata yang tidak harus memenuhi target waktu tetapi harus memenuhi suatu nilai ketepatan yang diambil dari nilai rata-rata.
Contoh : Pengambilan uang di ATM

Kriteria Sistem Waktu Nyata

Terdapat dua kriteria yang harus dipenuhi oleh sistem waktu nyata yaitu:

•Batasan Waktu (time constraint)
Setiap sistem dengan waktu nyata memiliki batasan waktu berupa waktu maksimum proses (akuisisi, transmisi, perekaman, perhitungan) dan standar waktu (waktu yang sama dengan waktu sehari-hari)

•Respon waktu dan Saturation Limit
Sistem Waktu nyata jika dipergunakan untuk mengontrol alat perlu mempertimbangkan kecepatan dari respon alat dan batas saturasi dari alat tersebut

ref :http://tohaboy.co.cc/real-time-system.jsp

2. Batch Processing System

Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
Contoh dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batch processing. Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan.

ref :http://en.wikipedia.org/wiki/Batch_processing


3.Time sharing system

Time sharing system adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan pemakai (gambar 4.5). Disebabkan waktu perkembangan proses CPU semakin cepat, sedangkan alat Input/Output tidak dapat mengimbangi kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan secara efisien dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian. Christopher Strachy pada tahun 1959 telah memberikan ide mengenai pembagian waktu yang dilakukan oleh CPU. Baru pada tahun 1961, pertama kali sistem yang benar-benar berbentuk time sharing system dilakukan di MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan diberi nama CTSS (Compatible Time Sharing System) yang bisa melayani sebanyak 8 pemakai dengan menggunakan komputer IBM 7090.

Salah satu penggunaan time sharing system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank. Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatkan pada terminal. Dan oleh operator pada terminal tersebut dicatat melalui papan ketik (keyboard), kemudian data tersebut dikirim secara langsung ke pusat komputer, memprosesnya, menghitung jumlah uang seperti yang dikehendaki, dan mencetaknya pada buku tabungan tersebut untuk transaksi yang baru saja dilakukan.

4.Distributed data processing system

Distributed data processing (DDP) system merupakan bentuk yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan dari time sharing system. Bila beberapa sistem komputer yang bebas tersebar yang masing-masing dapat memproses data sendiri dan dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi, maka istilah time sharing sudah tidak tepat lagi. DDP system dapat didefinisikan sebagai suatu sistem komputer interaktif yang terpencar secara geografis dan dihubungkan dengan jalur telekomunikasi dan seitap komputer mampu memproses data secara mandiri dan mempunyai kemampuan berhubungan dengan komputer lain dalam suatu sistem.

Setiap lokasi menggunakan komputer yang lebih kecil dari komputer pusat dan mempunyai simpanan luar sendiri serta dapat melakukan pengolahan data sendiri. Pekerjaan yang terlalu besar yang tidak dapat dioleh di tempat sendiri, dapat diambil dari komputer pusat.

ref :http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/komunikasi-data/